Strategi Mengelola Unsold Rooms Agar Menjadi Profit
Strategi Mengelola Unsold Rooms Agar Menjadi Profit
Dalam bisnis hotel, kamar kosong adalah hal yang hampir tidak bisa dihindari. Baik hotel kecil, villa, maupun properti yang punya restoran atau cafe, pasti pernah mengalami hari di mana kamar tidak terjual.
Masalahnya, unsold rooms hotel bukan sekadar kamar kosong tapi peluang pendapatan yang hilang selamanya jika tidak dikelola dengan tepat.
Apa yang Dimaksud dengan Unsold Rooms?

Unsold rooms adalah kamar hotel yang tersedia untuk dijual, tetapi tidak terisi hingga tanggal menginap lewat. Bukan kamar yang ditutup karena maintenance, bukan juga kamar yang diblok housekeeping, melainkan kamar siap jual yang gagal mendapatkan booking.
Dalam dunia perhotelan, kamar termasuk perishable inventory. Sama seperti makanan di dapur restoran, kalau tidak terjual tepat waktu, nilainya langsung hilang.
Mengapa Unsold Rooms Bisa Terjadi?

Ada banyak alasan kenapa unsold rooms hotel terjadi, dan tidak selalu karena hotel sepi. Beberapa penyebab paling umum antara lain:
- Harga kamar tidak disesuaikan dengan demand
- Distribusi kamar terbatas (hanya mengandalkan OTA tertentu)
- Kurang promo di periode low atau shoulder season
- Pembatalan mendadak dari grup atau tamu individual
- Kurangnya strategi untuk last-minute booking
Kadang, hotel sebenarnya punya produk bagus, tapi tidak cukup fleksibel dalam menghadapi perubahan pasar harian.
Dampaknya Terhadap Bisnis Hotel

Dampak unsold rooms sering diremehkan. Padahal, kamar kosong bukan hanya kehilangan pendapatan kamar, tapi juga:
- Kehilangan potensi F&B (sarapan, makan malam, coffee break).
- Utilitas dan gaji staf tetap jalan meski kamar kosong.
- Cash flow jadi tidak stabil.
- Tekanan untuk banting harga di menit terakhir.
Bayangkan kalau tarif kamar Rp800.000 dan ada 5 kamar kosong dalam satu malam. Itu artinya Rp4 juta hilang, belum termasuk potensi penjualan di restoran hotel.
Strategi Mengelola Kamar Kosong Agar Tetap Profit

Mengelola unsold rooms hotel tidak cukup hanya dengan menurunkan harga. Dibutuhkan pendekatan yang lebih cerdas agar kamar tetap menghasilkan tanpa merusak positioning hotel.
Berikut strategi yang bisa diterapkan:
1. Gunakan Strategi Harga yang Fleksibel
Terapkan penyesuaian harga berdasarkan okupansi, hari menginap, dan tren booking. Lebih baik kamar terjual dengan margin lebih kecil daripada kosong tanpa pendapatan sama sekali.
2. Buat Paket Bernilai Tambah
Gabungkan kamar dengan breakfast, voucher makan, late check-out, atau pengalaman lokal. Strategi ini meningkatkan perceived value tanpa harus banting harga.
3. Manfaatkan Day-Use Room
Jual kamar untuk penggunaan siang hari sebagai ruang kerja, transit, atau istirahat. Cara ini efektif untuk hotel di area kota atau dekat pusat bisnis.
4. Targetkan Pasar Last-Minute dan Lokal
Banyak tamu mencari penginapan mendadak. Manfaatkan OTA, media sosial, atau database tamu lama untuk promo singkat yang terkontrol.
5. Optimalkan Cross-Selling F&B
Untuk hotel dengan restoran atau café, kamar kosong bisa jadi pintu masuk untuk meningkatkan penjualan makanan dan minuman melalui paket atau voucher.
6. Gunakan Teknologi Hotel untuk Kontrol Inventory
PMS dan channel manager membantu memantau kamar kosong secara real-time, menyesuaikan harga cepat, dan menjaga stok kamar tetap sinkron di semua channel.
7. Evaluasi Pola Unsold Rooms Secara Berkala
Catat hari, tipe kamar, dan periode yang sering kosong. Dari sini, hotel bisa membuat strategi khusus tanpa reaksi panik di menit terakhir.
Kesimpulan
Unsold rooms hotel bukan musuh, tapi sinyal bahwa strategi perlu disesuaikan. Dengan pendekatan yang tepat, kamar kosong bisa berubah menjadi sumber pendapatan tambahan, bahkan membuka pasar baru.
